Pages

Sabtu, 26 Maret 2011

Donation for Febri, Diponegoro University Choir in Vietnam



Cerita soal Muhammad Febriyanto dari Bpk Nyoman Gurnita dari KBRI Vietnam


Febri, lengkapnya Febriyanto, sang komandan tim paduan suara universitas diponegoro sejak tanggal 16 maret 2011 terbaring tidak berdaya di rumah sakit da nang. perjuangan hidupnya dipertaruhkan persis saat indonesia raya dikumandangkan di arena penutupan lomba paduan suara di hoi an, jumat 18 maret.

festival dan kompetisi paduan suara itu diikuti oleh beberapa negara, termasuk indonesia dan puluhan grup paduan suara ( 8 grup dari indonesia) termasuk tim paduan suara UNDIP. PSM UNDIP meraih 4 medali: 1 medali perak, 3 medali emas, dan meraih GRAN PRIX CHAMPION 1st Vientnam International Choir Competition 2011, setelah berhasil memengkan pertandingan antara Category Winner.

atas kemenangannya itu, tim undip mampu mengumandangkan indonesia raya sampai dua kali di arena bergengsi itu. saat bendera pusaka dinaikkan pada kali kedua untuk menghormati sang GRAND CHAMPION, dokter rs da nang menghubungi kami dan memberitahukan bahwa febri kondisinya memburuk.

begitu indonesia raya usai dikumandangkan, kami segera menuju rs da nang dari hoi an dengan menempuh 30 km perjalanan di malam hari.

selama dalam perjalanan, tiga orang sukarelawan vietnam (2 mahasiswi dan satu dosen laki) menemani kami. kedua orang mahasiswi itu tidak henti-hentinya menangis mengetahui kondisi febri yang terus memburuk.

mereka dan dua orang kawan febri, dobe dan dony, tidak kuat manahan tangis mereka saat melihat febri terkejang-kejang dikerubuti dokter dan perawat yang sedang berjuang mempertahankan nyawa febri di ruang icu rs da nang.

tidak hanya itu, para sukarelawan itu bahkan mengeluarkan 18 juta dong isi kantong mereka sebagai uang jaminan di rs untuk febri saat ia mulai di rawat di rs da nang...........

setelah berbagai diagnosa dilakukan, dokter berkesimpulan bahwa paru-paru febri mengalami komplikasi ARDS. menurut dokter, hal itu dapat menyebabkan kematian febri jika tidak mendapat penanganan yang memadai. namun demikian, tim dokter belum mengetahui penyebabnya.

pihak rumah sakit menyarankan untuk memindahkan febri ke rumah sakit yang mampu memangani penyakitnya. hal itu disarankan oleh tim dokter, karena jika kondisinya lebih buruk dari yang diduga, para dokter khawatir rumah sakit da nang tipe c itu tidak mempunyai kemampuan untuk memberi pengobatan.

ibu febri, satu-satunya orang tuanya yang masih ada dengan tangis yang sangat berat menyatakan bahwa jangankan biaya pengobatan, uang untuk terbang ke da nang pun dia tidak punya. "saya sangat sedih pak nyoman karena tidak mampu berbuat apa-apa bagi anak saya, febri. saya ini seorang karyawan dengan lima anak. keadaan kami sangat memprihatinkan. mohon bantuan untuk anak saya..........."

mengetahui perujungan tim undip untuk bisa berlomba di vietnam, saya sangat bangga dengan mereka. agar bisa iktut berlomba, mereka tidak segan-segan mengamen dan menjual pakain bekas mereka untuk menutupi biaya mereka. setiap rupiah uang yang mereka hasilkan dari berbagai cara mereka kumpulkan untuk satu tujuan: ikut berlomba di vietnam.

karena minimnya bekal, mereka makan nasi putih dan ceplok telor selama di hoi an. mereka bahkan pulang lebih awal dan tidak bisa mengikuti acara penutupan dan pengumuman pemenang.

kalau saja mereka ada di sana saat pengumuman sebagai GRAND CHAMPION, tentuk mereka juga akan berteriak histeris seperti tim-tim negara lain saat diumumkan kemenangan mereka. dan tentu mereka akan menyanyikan INDONESIA RAYA dengan penuh semangat seperti saat mereka bertanding.......................

semangat juang dan kehebatan yang ditunjukkan oleh tim undip, tentu tidak lepas dari peran febri, sang komandan tim yang kini tidak berdaya di rs da nang....entah sampai kapan...

teman-teman febri kini sudah sampai di tanah air (pp hcmc-hoi an dengan bus. sekali jalan kl 24 jam). mereka sudah pasti akan berupaya keras mengumpulkan dana dengan berbagai cara untuk membantu sahabat mereka yang sedang tidak berdaya di negeri orang.......

secara teknis memindahkan febri ke tanah air atau ke rumah sakit lain yang lebih lengkap fasilitasnya, bisa dilakukan. tetapi semua itu sangat tergantung dari kemampuan menanggung biayanya.........

jangankan membiayai pemindahannya, rekening biaya perawatan febri di rs da nang setiap hari terus membengkak............. tapi dua orang temannya yang menemani febri di rs da nang, bode dan dony, masih tetap optimis, "kami akan gerakan teman-teman kami untuk mengetuk hati setiap mahasiswa di kampus kami untuk membantu febri.. kami pasti mampu pak," bode meyakinkan saya.

sebagai saudara sebangsa dan setanah air, saya merasa sangat sedih mengetahui nasib febri...tapi pada saat yang sama saya sangat bangga kepada tim undip, khususnya febri sebagai komandan tim yang berhasil mengumandangkan INDONESIA RAYA sampai dua kali di arena internasional.....

saya juga bangga terhadap anak-anak muda vietnam sebagai sukarelawan yang tidak mengenal lelah berupaya membantu kesembuhan febri. sungguh rasa kemanusiaan mereka sangat tinggi.

hari ini, dua orang (sang dosen dan seorang mahasiswinya) mengalami kecelakaan lalin saat menuju rs dari hoi an ke da nang sambil membawa tropi-tropi kemenangan tim undip yang tertinggal di hoi an.sang dosen, tangannya berdarah dan bajunya sampai sobek-sobek karena kecelakaan itu. sang mhsiswi tertatih tatih berjalan karena kakinya sakit. motornya mengalami kerusakan.

sedikit uang yang saya berikan untuk memperbaiki motornya, sang dosen menyerahkan kembali uang itu kepada dua orang teman febri, " saya tidak membutuhkan uang ini. saya punya cukup uang untuk membetulkan motor saya. silakan uang ini dipakai untuk febri. ia lebih membutuhkan uang ini daripada saya," tegas sang dosen, vinh, sambil berlalu kembali ke hoi an.sungguh luar biasa anak-anak muda vietnam itu. rasa kemanusiaan mereka sangat tinggi dan tanpa pamrih........uang, tenaga, pikiran,serta doa mereka berikan kepada saudara kita, febri.


apakah kita bisa seperti mereka.................? kalau mau, saya yakin kita bisa.

salam,


Nyoman
Update no rekening untuk bantuan febri:
Bantuan bisa disalurkan ke Rekening :
Bank Mandiri a.n Kumalasari 136-00066-519-51
Atau BCA a.n Aldila Hapsari 2520867930


Atau BNI no.rek 0132528349 an, ghea rifzky kusumaputri
..Rekening akan di cek secara berkala.dan segera mungkin disalurkan ke vietnam

*PSM Ahda Gitana Universitas Ahmad Dahlan turut berduka atas yang dialami saudara kita yang sedang menjalani masa kritisnya di Vietnam, mohon temen2 kalo ada sedikit Dana bisa ditransferkan langsung ke rekening diatas....
dan semoga Mas Febri Cepat sembuh......

Ahda Gitana Yikhaaaaaaaaaaaaaaaaa.......

by

-Ketua -

Senin, 21 Maret 2011

UAD Luluskan 555 Wisudawan, Wisuda Dikonsep Edutaiment


Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia meluluskan 555 wisudawan/wisudawati (pascasarjana, sarjana dan diploma) pada hari Sabtu (20/03/10), bertempat di Gedung Jogja Ekpo Center (JEC) Yogyakarta.
Perayaan wisuda merupakan hari yang membahagiakan bagi wisudawan/wisudawati (pascasarjana, sarjana dan diploma) UAD, setelah secara resmi para wisudawan dinyatakan lulus dan sudah menyadang gelar.
Wisuda pada periode kali ini meluluskan 25 cumlaude dari 555 wisudawan dengan wisudawan 545 S1, 7 mahasiswa S2, dan 3 mahasiswa D3. Lulusan terbaik periode ini disandang oleh Jurusan PBI (Pendidikan Bahasa Inggris) yaitu Carhendrik Indiarto dengan IPK 3,83, Fera dengan IPK 381, dan Ag Subianti dengan IPK 3,96, serta Nurdin Somantri dengan IPK 3,86. “Semua itu tidak luput dari bimbingan orang tua dan para dosen UAD dalam memberikan arahan untuk menjadi lebih baik. Sehingga, kami bisa mencapai cita-cita yang telah lama diharap-harapkan” Tutur Carhendrik Indiarto salah satu lulusan terbaik.
Pelaksaan wisuda kali ini masih mengangkat konsep edutainment. Dengan konsep edutainment dan dengan properti yang disuguhkan memberikan suasana yang sangat memukau bagi para wisudawan dan keluarga serta semua pihak. Nanang Suwondo selaku sekertaris panitia wisuda menjelaskan bahwa konsep pada periode sekarang ini, kami buat lebih berbeda dari periode sebelumnya dan itu akan kami lakukan untuk menambah daya tarik tersendiri. Tata panggung dan tata lampu pada periode sekarang lebih dibuat berbeda dan lebih menarik, hal ini bertujuan agar para tamu undangan dan wali wisudawan tidak merasa jenuh dengan prosesi berlangsungnya wisuda, tegasnya
Kemasan konsep yang disuguhkan oleh panitia tersebut, menunjukkan betapa pentingnya hari yang bersejarah itu. Maka dari itu, pelaksanaan wisuda kali ini diharapkan memberikan kesan yang mendalam bagi wisudawan dan seluruh keluarga. Sehingga, semua pihak menikmati berlangsungnya acara wisuda yang bertempat di Gedung Jogja Expo Center (JEC) itu. “Kami berharap agar acara wisuda periode ini berlangsung dengan hikmad dan tidak ada halangan apa-apa. Dengan kemasan acara seperti itu kami harap bisa memberikan kesan yang baik pada semua hadirin dan juga memenuhi harapan bagi seluruh wisudawan dan keluargannya” Tegas Nanag Suwondo.
Acara semakin terasa seru dengan adanya hiburan dari penampilan Paduan Suara UAD dengan lagu Kembali Ke Jogja memberikan suasana berlangsungnya wisuda semakin meriah dan tidak membosankan. “ Kami merasa tidak bosan dengan konsep yang suguhkan oleh panitia, apa lagi pelepasan wisuda berlangsung dengan cepat dan lancar tidak bertele-tele. Kesannya begitu terstruktur” tutur ibu salah satu wali wisudawan yang ditemui pada waktu pelaksanaan wisuda. (sbwh)